Tugas Essay TIK - 7E_17_Dietmar Raqilla Hammani

                                                             7E_17_Dietmar Raqilla Hammani

1. Informatika adalah disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Informatika penting bagi remaja-remaja yang berkembang karena zaman kita sekarang sudah di tahap era digital, dan manusia akan harus beradaptasi terhadap teknologi-teknologi. Informatika juga penting untuk belajar hal-hal menarik seperti programming contohnya di aplikasi seperti scratch. Selain itu, informatika juga penting, karena jika semua sudah beradaptasi dan anda tertinggal, akan susah untuk beradaptasi. Dan juga, kita akan dilatih untuk peka terhadap perkembangan teknologi yang lajunya semakin pesat. Hal ini pun akan membantu mereka mengikuti materi hingga berinovasi mengembangkan teknologi terbaru. Informatika juga mengajarkan kita tentang Artificial Intelligence yang akan menjadi sangat penting di masa depan. Mengapa Artificial Intelligence penting di masa depan? Artificial Intelligence akan penting untuk hal-hal seperti kalkulasi-kalkulasi rumit, manfaat kedua adalah di masa depan, pekerjaan-pekerjaan berbahaya dapat digantikan dengan Artificial Intelligence. Manfaat lain informatika adalah di bidang pendidikan. Manfaat TIK di bidang pendidikan menjadi solusi dalam kegiatan belajar distance learning, web-based education, dan e-learning yang memungkinkan transfer ilmu bisa dilakukan di mana saja selama ada koneksi internet. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan. bidang ilmu yang termasuk dalam informatika meliputi beberapa macam, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Aspek dari informatika sebenarnya lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, karena masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer, yang dapat dimasukkan di dalam aspek dari informatika ini. Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika

2. Kemajuan teknologi komunikasi, Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan dan diterima, Mempermudah seseorang di suatu Negara mengetahui berbagai macam budaya yang ada, Mempermudah adanya pertukaran pelajar antar negara, Mempermudah pendistribusian karya-karya anak bangsa.

3. Perubahan dalam komunikasi, “Penjajahan” budaya, Menurunnya moral, Terciptanya anti sosial, Munculnya budaya instan.

4.     Analisis Kebutuhan Pembuatan Program

Saat hendak membuat program maka Anda tentunya harus mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan saat ini. Kemampuan Anda dalam menganalisa akan diasah setajam mungkin pada tahap ini. Setelah mengetahui kebutuhan akan sebuah program tertentu. Maka tentunya perlu Anda pikirkan mengenai apa saja komponen atau masukan data yang diperlukan sehingga nantinya bisa menghasilkan sebuah output yang diinginkan.

Rencana Desain Sistem

Setelah Anda menganalisa kebutuhan akan sebuah program, maka Anda perlu mendesain proses yang menerangkan bagaimana nantinya program tersebut bisa menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan yang ada. Pada dasarnya Anda bisa saja langsung melakukan coding  dan tidak membuat rencana desain sistem namun jika terjadi kesalahan yang tidak diinginkan pada hasil program tersebut, Anda harus melakukan coding ulang dari awal yang tentunya hanya akan membuang-buang waktu saja. Sebaliknya Anda bisa membuat flowchart atau algoritma  tentang rencana desain sistem tersebut. Flowchart biasanya berupa symbol-simbol sedangkan algoritma bisa berupa keterangan-keterangan yang Anda buat secara manual sesuai dengan yang Anda inginkan.

Implementasi Program Atau Coding


Setelah Anda merencanakan desain sistem dengan membuat flowchart atau algoritma maka tibalah saatnya Anda untuk melakukan coding atau implementasi program. Pada tahap ini juga termasuk juga kegiatan untuk melakukan testing dan melakukan perbaikan pada error yang Anda temukan. Karena biasanya pasti ada beberapa error yang terjadi setelah Anda melakukan coding. Sebab proses coding merupakan proses yang rumit dan dibutuhkan ketelitian untuk melakukannya.

Dokumentasi

Anda sebaiknya juga membuat semacam dokumentasi untuk mengarsipkan  program-program yang pernah Anda buat. Pendataan itu sangat penting terutama jika Anda sudah membuat banyak sekali program.  Mana tau kelak Anda membutuhkan catatan atau code program lama untuk Anda pergunakan kembali dalam mengembangkan program yang baru. Jika Anda tidak memiliki dokumen atau catatan mengenai program-program yang sudah pernah dibuat sebelumnya maka Anda sendiri yang kelak akan kerepotan saat membutuhkan code program tertentu.

Menguji Program

Pada tahapan ini maka Anda akan menguji program yang sudah selesai Anda buat, pada tahapan ini Anda akan menguji setiap modul yang ada, kemudian melakukan input data serta melihat bagaimana program akan menyelesaikan masalah yang ada. Jangan lupa juga untuk melakukan pengujian program pada berbagai situasi yang mungkin terjadi pada saat penggunaannya kelak.

Pengembangan Program

Pada tahap ini berkaitan dengan pengembangan program berupa update fitur hingga menghilangkan bug yang muncul. Jika program tersebut berhasil biasanya ke depannya pasti akan terus ada pembaruan-pembaruan pada modulnya untuk membuat program tersebut menjadi program yang lebih fungsional bagi para penggunanya.

 


5. Computational thinking atau pemikiran komputasional adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah. Caranya adalah dengan menguraikan setiap masalah menjadi beberapa bagian atau tahapan yang efektif dan efisien. Ia juga dapat diartikan menjadi sebuah metode untuk menyelesaikan suatu masalah yang dirancang untuk bisa diselesaikan oleh manusia atau sistem atau keduanya.

Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional memiliki empat tahap utama, antara lain:

 Decomposition (Dekomposisi)
Tahap pertama, dekomposisi, yaitu memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu.

  • Pattern recognition (Pengenalan pola)
    Pengenalan pola akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah.
  • Abstraction (Abstraksi)
    Beberapa hal yang dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan.
  • Algorithm (Algoritma)
    Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah-langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien.

Karakteristik berpikir komputasional

Seseorang dengan keterampilan computational thinking memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  • Mampu merumuskan dan menyelesaikan masalah menggunakan perangkat komputer atau perangkat digital.
  • Mampu mengelompokkan dan menganalisis data.
  • Dapat merepresentasikan data secara abstrak menggunakan model atau simulasi.
  • Mampu melakukan analisis solusi dengan cara dan tahapan yang efisien dan efektif.
  • Dapat menggeneralisasi penyelesaian untuk berbagai masalah berbeda.

Kelebihan computational thinking

Metode ini memiliki beberapa kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan ketika kita menerapkan metode computational thinking. 

  • Dapat memecahkan masalah yang rumit atau kompleks dengan cara yang sederhana dan efektif.
  • Dapat melatih mindset kita untuk berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur.
  • Mampu merumuskan masalah dengan menguraikannya menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah untuk diselesaikan.

Penerapan computational thinking

Seperti yang sudah dibahas, computational thinking dapat diterapkan dalam berbagai bidang untuk menyelesaikan masalah. Beberapa langkah yang harus dilakukan  antara lain:

  • Perincian masalah
    Langkah pertama ketika menghadapi masalah adalah melakukan analisis terhadap masalah tersebut. Kemudian, lakukan penjabaran masalah dengan benar dan tepat. Terakhir tetapkan kriteria solusi dari masalah tersebut.

Analisis dan penjabaran dapat dilakukan dengan cara membagi masalah yang kompleks menjadi masalah-masalah kecil agar lebih mudah untuk dikelola dan dianalisis. Setelah itu kamu dapat membuat beberapa hipotesis mengenai penjabaran kemungkinan solusi untuk masalah tersebut.

  • Memikirkan algoritma yang sistematis
    Setelah langkah pertama selesai dilakukan, kamu perlu mencari algoritma yang tepat. Algoritma di sini dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang sesuai untuk memecahkan masalah berdasarkan data.
  • Implementasi, solusi, dan evaluasi
    Langkah terakhir, buatlah solusi yang aktual dan lakukan evaluasi secara sistematis untuk menguji kebenaran hipotesismu. Lalu, lakukan evaluasi dan modifikasi terhadap hipotesis, sampai ia tidak lagi memerlukan modifikasi. Dalam langkah ini, kamu juga dapat melihat apakah solusimu dapat digeneralisasikan dengan proses otomatisasi 


6. Karena computational thinking tidak hanya pada bidang komputer saja, tetapi penting untuk hal-hal sehari-hari juga.

7. Dengan cara sharing hal-hal yang positif dan tidak memanfaatkannya dengan cara negatif.

8. Hoaks atau berita bohong adalah berita yang tidak bersifat faktual dan aktual, yang menyebabkan berita yang tidak benar menyebar.

9. Buatlah account blogger.com, create new blog, tulis lah blog kamu, publish.

10. Keseruan mencoba hal-hal baru di komputer dan mempelajari hal baru tentang komputer.

Comments